| source foto profil Wali Kota Prabumulih |
Jakarta — Jagat maya sempat dihebohkan oleh kabar anak Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, yang disebut-sebut membawa mobil pribadi ke sekolah. Isu ini semakin ramai setelah muncul kabar bahwa Kepala SMP Negeri 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah, bersama seorang satpam sekolah dicopot lantaran menegur anak sang wali kota.
Namun, Arlan langsung membantah kabar tersebut. Ia menegaskan bahwa semua pemberitaan yang beredar adalah hoaks. Menurutnya, anaknya tidak pernah membawa mobil ke sekolah, melainkan diantar setiap pagi. “Saya pastikan tidak ada pencopotan kepala sekolah maupun satpam. Semua yang diberitakan itu tidak benar,” kata Arlan dalam klarifikasinya.
Isu ini memicu kehebohan karena publik menilai ada praktik penyalahgunaan kekuasaan. Bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menyoroti, terutama terkait dugaan mobil mewah yang digunakan. KPK menyatakan akan memeriksa ulang laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) milik Arlan untuk memastikan transparansi.
Di sisi lain, Roni dan satpam Ageng Winoto menegaskan bahwa mereka masih aktif bertugas. Tidak ada surat pemecatan atau mutasi yang diterima. Polemik ini murni berasal dari kesalahpahaman yang meluas di media sosial.
Untuk meredakan isu, Arlan secara langsung menemui Roni dan Ageng di sekolah. Ia meminta maaf kepada pihak sekolah dan masyarakat atas kegaduhan yang muncul. Sebagai bentuk itikad baik, Arlan memberikan hadiah motor listrik kepada keduanya. “Ini simbol bahwa hubungan kita baik-baik saja, tidak ada pencopotan, tidak ada tekanan,” jelasnya.
Meski demikian, kasus ini tetap menyisakan sorotan. Publik menilai peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keterbukaan pejabat publik serta kejelasan informasi agar isu serupa tidak kembali menimbulkan polemik.
0 Comments